Hari demi hari, kami belajar saling mengenal. Bukan hanya tentang bahagia, tetapi juga tentang perbedaan, luka, dan doa. Seiring berjalannya waktu, tantangan hubungan jarak jauh (LDR) menjadi ujian yang tidak mudah kami lalui. Kami sempat ingin mengakhiri hubungan ini. Namun kami kembali percaya bahwa cinta bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang saling bertahan.
Banyak pertemuan mengajarkanku tentang kehidupan, tetapi hanya dia yang mampu menghadirkan keyakinan untuk melangkah menuju ibadah terpanjang. Dengan izin Allah, kami memantapkan hati dan mengikat niat dalam sebuah lamaran sebagai awal perjalanan menuju pernikahan. Walaupun setelahnya kami kembali harus menjalani hubungan jarak jauh (LDR)
